Daftar Blog Saya

Minggu, 10 Juli 2011

SELF CARE DEFICIT THEORY OF NURSING DOROTHEA OREM (1914-2007)

Self-Care Deficit Theory of Nursing yang dikembangkan oleh Dorothea Orem terdiri dari tiga teori umum yang saling berkaitan, yaitu :

A.       The Theory of Self-Care
Untuk memahami tentang teori perawatan diri, perlu dipahami terlebih dahulu mengenai konsep dasar perawatan diri (self-care), kemampuan perawatan diri (self-care agency), faktor yang mempengaruhi perawatan diri (basic conditioning factors), dan terapi kebutuhan perawatan diri (therapeutic self-care demand).
Perawatan diri (self-care) adalah pelaksanan aktivitas individu yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraan. Jika perawatan diri dapat dilakukan dengan efektif, maka dapat membantu individu dalam mengembangkan potensi dirinya. (Orem, 1991)
Kemampuan perawatan diri (self-care agency) adalah kemampuan individu untuk terlibat dalam proses perawatan diri. Kemampuan ini berkaitan dengan faktor pengkondisian perawatan diri (basic conditioning factor) yang terdiri dari faktor usia, jenis kelamin, status kesehatan, orientasi sosial budaya, sistem perawatan kesehatan, kebiasaan keluarga, pola hidup, faktor lingkungan dan keadaan ekonomi.
Terapi kebutuhan perawatan diri (therapeutic self-care demand), yaitu tindakan yang dilakukan s­­ebagai bantuan untuk memenuhi syarat perawatan diri.
Teori self-care tidak terlepas dari syarat perawatan diri (self-care requisites), yaitu aspek yang menentukan tingkat pemenuhan perawatan diri. Self-care requisites terdiri dari tiga kategori ;
1.         Universal self-care requisites
Aspek universal ini berhubungan dengan proses hidup atau kebutuhan dasar manusia, yaitu :
a.       Pemeliharaan kebutuhan udara/oksigen
b.      Pemeliharaan kebutuhan air
c.       Pemeliharaan kebutuhan makanan
d.      Perawatan proses eliminasi dan ekskresi
e.       Pemeliharaan keseimbangan aktivitas dan istirahat
f.       Pemeliharaan keseimbangan privasi dan interaksi sosial
g.      Pencegahan resiko yang mengancam kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan
h.      Peningkatan kesehatan dan pengembangan potensi dalam hubungan sosial

2.         Developmental self-care requisites
Berbeda dengan universal self-care requisites, developmental self-care requisites terbentuk oleh adanya :
a.       Perbekalan kondisi yang meningkatkan pengembangan
b.      Keterlibatan dalam pengembangan diri
c.       Pengembangan pencegahan dari efek yang mengancam kehidupan
Pengembangan aspek perawatan diri berhubungan dengan pola hidup individu yang dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya.

3.         Health deviation self-care
Perawatan diri berkaitan dengan penyimpangan kesehatan. Timbul akibat adanya gangguan kesehatan dan penyakit. Hal ini menyebabkan perubahan kemampuan individu dalam proses perawatan diri.

B.       The Theory of Self-Care Deficit
Teori ini merupakan inti dari teori keperawatan Orem. Teori ini mengambarkan kapan keperawatan dibutuhkan. Keperawatan diperlukan ketika individu tidak mampu atau mengalami keterbatasan dalam memenuhi syarat perawatan diri yang efektif. Keperawatan diberikan jika “tingkat kemampuan perawatan diri lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan perawatan diri atau kemampuan perawatan diri seimbang dengan kebutuhan namun hubungan deficit dapat terjadi selanjutnya akibat penurunan kemampuan, peningkatan kualitas dan kuantitas kebutuhan atau keduanya”.





Konseptual model “Theory of Self-Care Deficit”. (R=relationship;<=deficit relationship). Sumber : Julia B. George (1995). Nursing Theories The base for Professional Nursing Practice. Fourth Edition. United State of America : Appleton and Lange Norwalk Connecticut

C.       The Theory of Nursing System
Nursing system adalah bagian dari pertimbangan praktek keperawatan yang dilakukan oleh perawat berdasarkan koordinasi untuk mencapai kebutuhan perawatan diri (self-care demand) pasiennya dan untuk melindungi dan mengontrol latihan/pengembangan dari kemampuan perawatan diri pasien (self-care agency). (Orem, 2001)
Orem (1991) mengidentifikasi tiga klasifikasi dari sistem keperawatan berdasarkan kemampuan pasien dalam mencapai syarat pemenuhan perawatan diri.

1.      Wholly Compensatory System
Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan kompensasi penuh kepada pasien disebabkan karena ketidakmampuan pasien dalam memenuhi tindakan keperawatan secara mandiri.


2.      Partly Compensatory System
Yaitu sistem keperawatan dalam memberikan perawatan diri kepada pasien secara sebagian saja dan ditujukan pada pasien yang memerlukan bantuan secara minimal.

3.      Supportive-Educative System
Yaitu tindakan keperawatan yang bertujuan untuk memberikan dukungan dan pendidikan agar pasien mampu melakukan perawatan mandiri.

Basic Nursing System. Sumber: Ann M. Tomey & Martha R. Alligood (2002). Nursing Theorist and Their Work. United State of America : Mosby Elsevier
D.      Teori Orem dan Metaparadigma Keperawatan
Orem menjelaskan masing-masing dari komponen paradigma keperawatan yaitu manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan.
1.      Manusia
Manusia merupakan makhluk yang berbeda dari makhluk hidup lainnya, hal ini disebabkan oleh kapasitasnya dalam: 1) Mencerminkan keadaan diri dan lingkungannya, 2) Menandakan pengalaman mereka, 3) Memakai simbol yang mereka ciptakan (ide dan kata-kata) dalam berfikir, komunikasi dan dalam memperjuangkan sesuatu yang menguntungkan diri mereka dan orang lain (Orem,1991, hal. 180).
Gabungan dari fisiologi tubuh manusia termasuk aspek fisik, mental, hubungan antarmanusia dan aspek social. Orem mempercayai bahwa individu memiliki kecenderungan untuk belajar dan berkembang.  Faktor  yang  mempengaruhi kecenderungan belajar termasuk umur, kapasitas mental, budaya, social dan status emosional dari individu. Jika seseorang tidak dapat mempelajari langkah perawatan diri, yang lainnya harus dapat merawat dan membuktikannya.

2.      Kesehatan
            Orem mendefinisikan tentang kesehatan sebagai status fisik, mental dan kehidupan sosial, tidak hanya mengenai kelemahan fisik atau penyakit. Dia menyatakan bahwa, “Fisik, mental, hubungan interpersonal dan hubungan sosial merupakan aspek dari kesehatan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari individu” (hal. 180). Orem juga mempersembahkan dasar kesehatan pada konsep perawatan diri preventif. Perawatan kesehatan termasuk peningkatan dan pemeliharaan dari kesehatan (primary prevention), perawatan dari penyakit/luka (secondary prevention), dan komplikasi dari pencegahan (tertiary prevention).

3.      Lingkungan
            Kondisi lingkungan dibagi dua, yaitu lingkungan eksternal fisik dan lingkungan psikososial. Pengembangan lingkungan dilakukan dengan meningkatkan pengembangan individu melalui motivasi untuk membangun tujuan yang tepat dan mengatur perilaku untuk meraih tujuan tersebut. Lingkungan dapat berpengaruh positif maupun negative terhadap kemampuan seseorang untuk  melakukan self care.
4.      Keperawatan
            Menurut Orem, keperawatan adalah jenis pelayanan kesehatan spesifik yang berdasarkan pada nilai. Pada komunitas, orang menganggap keperawatan sebagai pelayanan yang penting dan diperlukan.
            Orem menyebutkan bahwa  ada beberapa faktor yang berhubungan dengan konsep keperawatan antara lain, seni dan kebijaksanaan keperawatan, keperawatan sebagai layanan, fungsi teori keperawatan dan teknologi keperawatan.

E.       Teori Orem dan Proses Keperawatan
Menurut Orem (1991), proses keperawatan adalah istilah yang digunakan oleh perawat untuk menunjukkan proses profesional-teknologi dari tindakan keperawatan beserta proses perencanaan dan evaluasi (hal. 269)
Perbandingan antara proses keperawatan Orem dengan proses keperawatan
Proses Keperawatan
Proses Keperawatan Orem
1.      Pengkajian
2.      Diagnosa keperawatan
3.      Perencanaan
4.      Implementasi
5.      Evaluasi
1.      Diagnosa dan resep dokter
2.      Merancang system keperawatan dan perencanaan untuk melaksanakan self care
3.      Produksi dan manajemen system keperawatan

Orem (1991) menjelaskan tiga tahap proses keperawatan yaitu:
Step 1 : Diagnosa dan resep keperawatan
Tahap ini menjelaskan mengapa keperawatan diperlukan. Analisa dan interprestasi membuat keputusan tentang perawatan dini, juga memberikan manajemen kasus.
“Diagnosa keperawatan penting untuk pemeriksaan dan pengumpulan data tentang kemampuan pasien dalam perawatan diri dan kebutuhan akan terapi perawatan diri serta hubungan antara keduanya” (Orem, 1991, hal. 270)

Step 2 : Merancang system keperawatan dan merencanakan pelaksanaan perawatan diri
Merancang  system keperawatan yang efektif dan efisien menghasilkan data yang valid tentang kondisi pasien. Rancangan ini termasuk peran dari perawat dan pasien dalam hubungan melakukan self care, mengatur kebutuhan terapi perawatan diri , melindungi pengembangan kemampuan perawatan diri. ( Orem, 1991)

Step 3 : Produksi dan manajemen sistem keperawatan (Planning and Controlling)
Pengaturan system keperawatan dihasilkan ketika berinteraksi dengan pasien secara terus menerus untuk mencapai kemampuan terapi perawatan diri yang telah ditentukan dan mengatur kemampuan untuk mengembangkan perawatan diri. Di tahap ini, tindakan perawat adalah menghasilkan dan mengatur system keperawatan. (Orem, 1991)

F.       Kekuatan Dan Kelemahan Teori Orem
Teori Orem menyediakan dasar yang komprehensif untuk tindakan keperawatan. Teori ini dapat digunakan dalam keperawatan profesional pada area pendidikan, tindakan klinis, administrasi, riset, dan system informasi keperawatan.
Kekuatan umum yang dimiliki teori ini adalah aplikasinya untuk pelaksanaan praktek keperawatan sebagai pekerja klinik baru. Konsep self-care, nursing system, dan self-care deficit mudah dipahami oleh mahasiswa keperawatan dan dapat dikembangkan dengan ilmu pengetahuan dan penelitian.
Kelemahan dari model Orem adalah ia berpendapat bahwa kesehatan bersifat statis, namun dalam kenyataannya kesehatan itu bersifat dinamis dan selalu berubah.
Kesan lain dari model konsep ini adalah untuk penempatan pasien dalam system mencakup kapasitas individu untuk gerakan fisik.






DAFTAR PUSTAKA

Potter, Patricia A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Jakarta : EGC
Marriner Tomey, Ann ., Raile Alligood, Martha . 2002. Nursing Theorist and Their Work. United State of America : Mosby Elsevier
Goerge, B. Julia. 1995. Nursing Theories The base for Professional Nursing Practice. Fourth Edition. United State of America : Appleton and Lange Norwalk Connecticut

9 komentar:

  1. terimakasih ya atas tulisannya, memberikan wawasan buat saya :-)

    BalasHapus
  2. Thank you for the share.
    You are helping others to grow their knowledge by sharing such a valuable information very helpful

    Thanks Again



    Shoes & Footwear
    Health & Household
    Gadget News 2019
    Information for techknology

    BalasHapus
  3. Your article is very good.
    Keep working with new articles.
    https://nandacareplan.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. Thank you for the share.
    You are helping others to grow their knowledge by sharing such a valuable information very helpful

    Thanks Again

    NANDA NURSE

    CREATIVE NURSE

    BalasHapus
  5. SEGA » Best Online Casino | Lucky Club Casino
    Discover a live dealer casino experience at Lucky Club Casino. Sign up and join over 1,000 new players luckyclub.live and get £40 in free bets when you join today!

    BalasHapus